Tuesday, December 11, 2018

ARTIKEL KEWIRAUSAHAAN "BOB SADINO"


TUGAS MATERI KEWIRAUSAHAAN
ANALISA ARTIKEL PROFIL WIRAUSAHA SUKSES
“BOB SADINO”





 Hasil gambar untuk bob sadino




DISUSUN OLEH :
ELNANDA PARAMITA S.
P1337425215031
DIV KEPERAWATAN GIGI

Dosen Pengampu :
Dr. drg. Supriyana, M.PD

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG


Analisa Artikel Profil Wirausaha Sukses
Bob Sadino

Bambang Mustari Sadino (lahir di  Bandar Lampung, 9 Maret 1933 meninggal di Jakarta, 19 Januari 2015 pada umur 81 tahun) atau akrab dipanggil Bob Sadino, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Ayah Bob Sadino, adalah pria Solo yang menjadi seorang guru dan kepala sekolah di SMP dan SMA Tanjungkarang, beliau meninggal dunia ketika Bob berusia 19.
            Dalam perjalanannya berkeliling dunia, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed. Pria dengan berpakaian ''dinas'' celana pendek jin dan kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, ini adalah salah satu sosok entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket).
Pada tahun 1967, Bob dan keluarganya kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Di Indonesia, Bob Sadino bekerja di PT. UNILEVER Indonesia. Kemudian Om Bob memutuskan untuk keluar dari perusahaan tempat ia bekerja, karena pola pikirnya yang ingin maju dan sukses secara mandiri. Om Bob tidak ingin kerja terikat dan terus menerus di perintah oleh atasan. Sang istri pun turut mendukung keputusan Om Bob. Tekad Om Bob sudah bulat, Om Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya .
 Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah, ”Hati saya ikut hancur,” kata Bob.  Om Bob tidak  mempunyai uang untuk memperbaikinya, Jatuh bangun kehidupannya tak membuat semangatnya surut, Om Bob kemudian mencoba cara lain untuk menafkahi keluarganya. Kemudian Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ”Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.” Kondisi seperti  ini tentu saja membuat, Bob Sadino sangat depresi dan sedih, kehidupan yang tadinya dirasa aman dan masih di atas roda telah berbalik 180 derajat saat itu.Namun dari pengalaman hidupnya yang getir itu tak lantas membuat Bob Sadino patah arang, semangat juangnya terus membara untuk menyongsong masa depan yang lebih baik bersama anak istrinya.
Untuk menenangkan pikiran, om Bob meminta untuk dikirimi kepada temannya yaitu Sri Mulyono Herlambang 50 ekor ayam ras dari kenalannya. Om Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. beliau mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa. Sebagai peternak ayam, om Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, om Bob dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, Selain Om Bob tahu sedikit banyak budaya mereka, Om Bob juga fasih berbahasa Inggris karena pernah menetap di luar negeri cukup lama. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.
 Kerja keras telah terbukti dan Lambat laun, bisnis yang digeluti Om Bob pun semakin meningkat dan tanpa disadarinya, Om Bob telah menjadi pelopor ayam negeri beserta telurnya di Indonesia. Terkadang ada beberapa pelanggan asing yang mengeluhkan pelayanan yang belum maksimal dari Om Bob. Namanya juga berdagang ada kalanya pelanggan kurang puas dengan pelayanannya tetapi Bob Sadino segera memperbaiki pelayanan mereka sehingga bisnisnya bertambah ramai. Karena itulah Om Bob pernah dimaki sebagai “babu orang asing” alias pelayan orang asing.
            Selain peternakan ayam, Bob Sadino juga merambah bisnis swalayan yang diberi nama Kem Chicks dengan pangsa pasar tetap orang asing sekitar Kemang. Om Bob percaya akan filosofi kesuksesan bahwa sukses tidaklah diraih secepat kilat seperti membalikkan telapak tetapi harus berproses bahkan harus berhadapan dengan kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik memperjuangkan usahanya agar terus maju dan berkembang. Uang bukanlah nomor satu yang terpenting adalah kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang serta melakukan tindakan. Begitulah prinsip Bob Sadino.
Selain hal-hal diatas, ada satu rahasia lagi pada diri Om Bob yang membuat pelanggannya bertambah banyak dan bersimpati padanya yaitu keluwesannya dan kesabarannya dalam melayani dan mendengarkan keluh kesah pelanggan bahkan kritikan terpedas sekalipun Om Bob sangat berbesar hati menerima dan memperbaiki diri serta pelayanan. Hal ini kemudian membuat Bob semakin banyak belajar dari pengalaman bisnisnya bahwa pelayanan yang maksimal adalah kunci utama keberhasilan seorang pengusaha. Karena Bisnis pasar swalayan Kem Chicks  berkembang pesat, Om Bob merambah ke agrobisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia  khususnya Kemang. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah. Tujuannya untuk menyuplai sayuran tersebut ke supermarket yang ia miliki.
Catatan awal tahun 1985 menyebutkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar 100 ton.
Dari pengalaman dan kisah sukses dirinya sebagai seorang pengusaha, ia selalu mengatakan bahwa untuk memulai sebuah usaha, modal utamanya adalah “Berani mengambil tindakan” karena jika Anda terlalu banyak berpikir, kepala Anda akan dipenuhi dengan resiko – resiko yang akan Anda terima kemudian. Disaat yang samapun akan timbul keraguan yang begitu besar yang akan menantang keyakinan dan hasrat Anda untuk sukses. Biasanya pada kondisi ini orang – orang akan terhenti untuk melanjutkan langkahnya dan cenderung mundur.
Semoga dengan membaca kisah sukses pengusaha Bob Sadino, hasrat atau keyakinan Anda akan semakin besar dan langsung mengambil tindakan yang nyata untuk memulai usaha yang Anda impikan. Percayalah, tanpa sebuah tindakan tidak ada satu pun yang dapat Anda capai.






Tinjauan Analisis SWOT

A.     Kekuatan (Strength)
–          Pengalaman hidupnya telah memberikan kekuatan alamiah, sehingga segala hal harus dijalani dan dihadapi sehingga mudah dalam  mencari solusi dan berkreasi.
–          Tidak suka mempersulit keadaan
–          Selalu senang untuk berinteraksi dengan siapapun bahkan dari kalangan manapun.
–          Pengalaman membuat beliau dapat bertahan dan fokus pada apa yang dikerjakannya.
–          Mempunyai style atau sikap tersendiri dalam berkomunikasi.
–          Bob Sadino mempunyai motto kerja, “Selama langit masih membentang, selama itu usaha kebun saya terus berjalan”.

B.     Kelemahan (Weakness)
–          Penampilan pakai celana pendek yang selama ini sudah menjadi ciri khasnya, namun secara etika penampilannya tidak sopan.
–          Tidak ada generasi penerus dari keturunannya yang menekuni usahanya.

C.      Peluang (Opportunity)
–          Dengan kesupelan dan keluwesan dalam berkomunikasi membuat beliau dapat berinteraksi dan pandai mencuri simpatik pembelinya sehingga menjadi pelanggan tetap.
–          Beliau berusaha memperluas pemasaran usaha hasil ternak dan taninya ke berbagai pelosok daerah bahkan melakukan ekspor impor ke luar negeri.

D.    Ancaman (Threats)
–          Banyak muncul pengusaha-pengusaha sejenis yang lebih sukses dan terkenal. Terutama yang memiliki waralaba dari luar negeri.
–          Perebutan pasar dengan kaum investor luar negeri semakin luas.



KESIMPULAN

            Bob Sadino adalah sosok yg patut kita teladani. Pemikiran yang sederhana. lugas, dan jujur membuatnya jadi bos yang sangat disegani oleh anak buah dan orang-orang disekitarnya. Beliau percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. beliau dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang. Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan.”
Keberhasilan om Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga beliau langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, om Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan om Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional. Menurut om Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain. Sedangkan om Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu beliau meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar.
Menurut om Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu beliau selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya. Bob sadino menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.



PERAN KESEHATAN GIGI DALAM MENDUKUNG ISU PEMBANGUNAN KESEHATAN MELALUI PENINGKATAN JAMINAN PEMBIAYAAN KESEHATAN


PERAN KESEHATAN GIGI DALAM MENDUKUNG ISU PEMBANGUNAN KESEHATAN

 Hasil gambar untuk isu strategis pembangunan kesehatan

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, prevalensi penduduk yang mempunyai masalah gigi-mulut 23,4 persen, prevalensi penduduk yang kehilangan seluruh gigi aslinya 1,6 persen, dan prevalensi nasional karies aktif 43,4 persen. Adapun prevalensi penduduk dengan masalah gigi-mulut dan menerima perawatan atau pengobatan dari tenaga kesehatan gigi 29,6 persen. Ini masih menjadi masalah, karena beberapa temuan ilmiah menunjukkan adanya kaitan antara kesehatan gigi dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk penyakit jantung, diabetes, stroke, gangguan kehamilan dan dampak karies gigi juga dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak prasekolah. Dengan meningkatkan kualitas kesehatan gigi akan dapat meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Pembangunan kesehatan telah menghasilkan beragam perbaikan, sehingga derajat kesehatan masyarakat terus meningkat.
            Kesehatan gigi dan mulut ibu dan anak sebaiknya mendapat perhatian yang serius, bahkan sejak ibu mengandung. Hal ini mengingat dampak yang ditimbulkan dapat berpengaruh terhadap kehamilan. Salah satu kepedulian tentang kesehatan gigi ibu dan anak adalah dengan menyebarluaskan informasi bagaimana merawat gigi dengan benar sejak ibu sebelum hamil, saat kehamilan, dan saat mempunyai anak. Perawatan kesehatan gigi yang benar akan membantu meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.

Isu Strategis Pembangunan Kesehatan 2018

Hasil gambar untuk isu strategis pembangunan kesehatan

  1. Peningkatan akses pelayanan kesehatan dan gizi yang berkualitas bagi ibu dan anak,
  2. Peningkatan pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta penyehatan lingkungan,
  3. Peningkatan profesionalisme dan pendayagunaan tenaga kesehatan yang merata,
  4. Peningkatan jaminan pembiayaan kesehatan,
  5. Peningkatan ketersediaan , pemerataan, keterjangkauan, jaminan keamanan, khasiat/manfaat dan mutu obat, alat kesehatan, dan makanan, serta daya saing produk dalam negeri, dan
  6. Peningkatan Akses Pelayanan KB  Berkualitas yang Merata.

Kesehatan Gigi dan Mulut Mendukung Percepatan Isu Pembangunan Kesehatan dalam Peningkatan Jaminan Pembiayaan Kesehatan

Gambar terkait

Konsep Pelayanan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional terbagi menjadi 3 (tiga) struktur layanan, yaitu pelayanan primer, pelayanan sekunder dan pelayanan tersier. Pelayanan kedokteran gigi berperan pada struktur layanan primer dan sekunder (Dewanto dan Lestari, 2014). Pelayanan primer yang diberikan oleh dokter gigi berupa pelayanan paripurna untuk meningkatkan status kesehatan gigi dan mulut peserta 3 binaannya (BPJS Kesehatan, 2014a). Pelayanan primer ini menitik beratkan pada upaya pemeliharaan, pencegahan dan peningkatan kualitas hidup selain juga pengobatan dan pemulihan. Pelayanan kesehatan sekunder merupakan rujukan pada fasilitas kesehatan lanjutan dari pelayanan primer di fasilitas kesehatan tingkat pertama (BPJS Kesehatan, 2014b).
Berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional mulai tanggal 1 Januari 2014 menjadi tantangan bagi praktisi kesehatan temasuk Dokter Gigi, karena diharapkan pelayanan kesehatan menjadi lebih baik, terstruktur serta terkendalinya mutu dan biaya. Dokter gigi sebagai salah satu penyedia layanan jasa kesehatan dalam JKN harus mempersiapkan diri agar pelayanan kesehatan terutama pelayanan primer dapat dirasakan manfaatnya. Perubahan mekanisme pelayanan JKN khususnya di bidang kedokteran gigi, harus diiringi penyesuaian diri dokter gigi berdasarkan kriteria pelayanan jasa kesehatan yang ditetapkan dalam Sistem Jaminan Kesehatan Nasional (Dewanto dan Lestari, 2014). 
 Gambar terkait


KEGIATAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI

KEGIATAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI

DI PUSKESMAS SAYUNG 1
KABUPATEN DEMAK

Tanggal 4 Oktober – 4 November 2018
Tugas Ini Diajukan Sebagai Syarat Untuk Melengkapi Ujian Praktek Mata Kuliah Sistem Informasi Keshatan

Disusun Oleh:
Elnanda Paramita S.
P1337425214031
PRODI DIV KEPERAWATAN GIGI
JURUSAN KEPERAWATAN GIGI
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
2018
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat serta hidayah-Nya kami selaku mahasiswa Diploma IV Jurusan Keperawatan Gigi dapat menyelesaikan laporan Praktik Pembelajaran Lapangan Komunitas di Desa Gemulak dan Puskesmas Sayung 1 Kabupaten Demak. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada:
  1. Tri Wiyatini, S.KM,M.Kes.Epid, selaku kepala Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Semarang.
  2. Salikun, S.Pd,M.Kes, selaku ketua prodi DIV Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Semarang.
  3. Resti Noer Saptiarni, MM Selaku kepala Puskesmas Sayung 1 Kabupaten Demak
  4. drg, Y Ari S Selaku dokter gigi Puskesmas Sayung 1 dan pembimbing Praktik Pembelajaran Lapangan.
  5. Bambang, Agus Riyanto,S.ST Selaku perawat gigi Puskesmas Sayung 1 dan pembimbing Praktik Pembelajaran Lapangan.
  6. Sulur Joyo Sukendro, selaku dosen pembimbing Praktik Pembelajaran Lapangan
  7. Teman-teman kelompok atas kerjasamanya selama melaksanakan praktek komunitas di desa Gemulak dan Puskesmas Sayung 1 Kabupaten Demak.
  8. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang membantu kami selama melaksanakan praktik komunitas di Desa Tugu dan Puskesmas Sayung 1.
Kami menyadari bahwasanya kami adalah makhluk yang tidak sempurna dan mempunyai keterbatasan dalam hal pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan. Sehingga penulisan laporan ini jauh dari sempurna, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan dan semoga Tuhan YME selalu memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua. Amin.
Demak, November 2018
Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
  1. LATAR BELAKANG
Salah satu tujuan kesehatan adalah menciptakan tenaga kesehatan yang bermutu, berhasil guna dan berdaya guna, maka institusi penyelenggaraan pendidikan kesehatan yang bertanggungjawab mendidik calon tenaga kesehatan. Politeknik kesehatan kemenkes semarang jurusan keperawatan gigi program diploma IV merupakan salah satu institusi yang mendidik calon tenaga kesehatan yaitu perawat gigi. Proses belajar pada semester VII meliputi perkuliahan, praktikum di kampus dilanjutkan dengan praktek di lapangan. Praktek lapangan pada semester VII ini merupakan bentuk kegiatan proses belajar bagi mahasiswa yang diselenggarakan di lapangan dengan lahan praktek Komunitas dan Puskesmas di wilayah Dinas Kabupaten Demak.
Praktek ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu kesehatan gigi langsung pada masyarakat dan puskesmas. Adapun orientasi kompetensi yang diharapkan dengan lahan komunitas dan puskesmas adalah muatan mata kuliah Sistem Informasi Kesehatan.
Permasalahan kesehatan gigi yang terjadi di masyarakat yang sampai saat ini angka karies masih tinggi, hasil Riskesdas tahun 2013 menunjukan bahawa prevalensi nasional indeks DMF-T adalah 4,6. Selain itu perilaku masyarakat dalam bidang pencegahan karies gigi juga masih rendah, prevalensi nasional menyikat gigi setiap hari adalah 94,2 % namun dari jumlah tersebut yang menyikat gigi pada waktu yang belum tepat pada saat mandi pagi maupun mandi sore masih tinggi sebesar 76,6 %, sedangkan yang menyikat gigi pada saat yang tepat hanya 2,3 % .
Dengan adanya kondisi yang masih menunjukan kualitas status kesehatan gigi yang masih rendah tersebut perlu dilakukan berbagai upaya pencegahan baik dengan cara menyikat gigi pada saat yang tepat atau pola hidup dengan cara pemberdayaan masyarakat. Untuk itu dalam pelaksanaan PKL ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam upaya promotif dan preventif bidang kesehatan gigi dan mulut, dengan diawali adanya kemampuan untuk kemampuan sistem pencatatan dan pelaporan sebagai bentuk realisasi mata kuliah sistem informasi kesehatan, dan kemampuan Penatalaksanaan Kuratif Terbatas akan ditempatkan di Puskesmas.

  1. TUJUAN
Mahasiswa mampu menerapkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam penanganan permasalah kesehatan gigi di masyarakat.
Mahasiswa mampu melakukan sistem pencatatan dan pelaporan berbasis IT dan Penatalaksanaan Kuratif Terbatas.
BAB II
PELAKSANAAN
Gambaran Singkat Puskesmas
Keadaan Geografis
Identitas Puskesmas
Nama Puskesmas         : Puskesmas Sayung 1
Jenis Puskesmas          : Non Perawatan
Data Puskesmas
Nama Puskesmas         : Puskesmas Sayung 1
Alamat                         : Jl. Semarang-Demak Km 10, Purwosari, Kec. Demak, Kab. Demak, Jawa Tengah, Indonesia 59563
Desa                            : Purwosari
Kecamatan                  : Sayung
Kabupaten                   : Demak
Kode Pos                     : 59563
Telepon                        : (024) 70798093
Email                           :
Jumlah Desa di Wilayah Kerja
Jumlah Desa                : 10
Letak Geografis
Puskesmas Sayung 1 yang terletak 06° 56 35° 8 LS, 110° 30 10° 8 BT terdiri dari sepuluh desa yang terletak di sebelah utara Kecamatan Sayung Jalan Raya Semarang Demak KM 10. Antara lain desa Sriwulan, Bedono, Purwosari, Sidogemah, Gemulak, Timbulsloko, Surodadi, Tugu, Sidorejo dan Banjarsari. Sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah selatan berbatasan dengan wilayah Puskesmas Sayung 2, sebelah timur berbatasan dengan wilayah Puskesmas Karang Tengah, sebelah barat berbatasan dengan wilayah kecamatan Genuk.
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN PKL
  1. Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan praktek kerja lapangan di komunitas untuk memenuhi beban SKS sebanyak 7 SKS, sehingga waktu yang diperlukan 10 jam efektif per hari sehingga diperlukan waktu 28 hari. Waktu pelaksanaan praktek lapangan lahan Puskesmas untuk memenuhi beban SKS sebanyak 3 SKS, diperlukan 7 jam efektif per hari sehingga diperlukan 17 hari efektif. Total waktu yang diperlukan sebanyak 45 hari, yang dimulai pada tanggal 4 Oktober-4 November.
MUATAN MATA KULIAH DI LAHAN PUSKESMAS
  1. Sistem Informasi Kesehatan 1 SKS
  2. Penatalaksanaan Kuratif Terbatas 3 SKS
  3. Pengkajian Data Kesehatan Gigi dan Mulut
Pengkajian  data dilaksakan mulai tanggal 9-14 Oktober 2018 di Desa Tugu dengan KK berjumlah 1473 KK dengan diambil sempel 128 KK berdasarkan metode purposive sampling, menggunakan wawancara kuisoner. Survei yang diambil untuk memperoleh data pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut, pengetahuan tentang makanan yang merusak gigi dan menyehatkan gigi, sikap dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, keadaan gigi berlubang dan kebersihan gigi. Berikut adalah data yang diperoleh:
  1. Data pengetahuan kesehatan gigi dan mulut masyarakat
Grafik diatas terdapat 128 KK sebagai sempel menunjukkan 61,7% masyarakat mempunyai pengetahuan baik tentang kesehatan gigi (79 KK), 38,2% masyarakat mempunyai pengetahuan buruk tentang kesehatan gigi (49 KK)
  1. Data pengetahuan tentang makanan yang merusak gigi dan menyehatkan gigi
Grafik diatas dari 128 KK sebagai sempel menunjukkan 54,6% (70 KK) mempunyai pengetahuan baik tentang makanan yang merusak gigi dan menyehatkan gigi. 45,3 % (58 KK) mempunyai pengetahuan kurang tentang makanan yang merusak gigi dan menyehatkan gigi.
  1. Data sikap dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut
Grafik diatas dari 128 KK sebagai sempel menunjukkan 48,4% (62 KK) mempunyai sikap yang baik dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.  51,5% (66 KK) mempunyai sikap yang kurang dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.
  1. Data angka kerusakan gigi permanen (DMF-T)
Diagram diatas dari 128 KK sebagai sempel menunjukkan terdapat 62% keluarga memiliki gigi berlubang dengan kategori sangat rendah.  Didapatkan rata-rata angka kerusakan gigi permanen yaitu 1,2. Hal tersebut sudah baik, tetapi masih saja harus menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. Dan menurut target nasional setiap orang <2 gigi berlubang, jadi angka DMF-T sudah mencapai target nasional.
  1. Data angka kebersihan gigi (OHIS)
Digaram siatas dari 128 KK sebagai sempel menunjukkan 51%  angka kebersikan gigi dengan kategori sedang tetapi 22% angka kebersihan gigi dengan kategori buruk. Didapatkan rata-rata OHIS adalah 2,2 dengan kreteria sedang. Hal ini masih diperlukan adanya kesadaran masyarakat akan kebersihan gigi dan mulut. Sedangkan menurut target nasional angka OHIS <1,2 (kriteria baik), jadi OHIS belum mencapai target nasional.
  1. Analisa Data
NoDataMasalah
1Data subjektif:Keluarga dalam mengobati gigi kalau sakit saja dan mempunyai pengetahuan yang kurang
Data objektif:
Hasil kuesioner menunjukkan terdapat keluarga memang kurang mengetahui tentang kesehatan gigi
Pengetahuan
2Data subjektif:Keluarga mengatakan bahwa keadaan mulut terasa kotor karena setelah makan dan jarang menggosok gigi saat mau tidur  tidak menggosok gigi
Data objektif:
Kaadaan kebersihan gigi (OHIS) 2,2 dengan kriteria sedang sedangkan target nasional harus < 1,2 dengan kriteria baik
Angka kebersihan gigi (OHIS)
3Data subjektif:Keluarga mengatakan bahwa ada gigi yang lubang
Data objektif:
Angka kerusakan gigi permanen keluarga mencapai rata-rata 1,2 sudah baik tetapi masih ada keluarga yang mempunyai gigi berlubang.
Kerusakan gigi permanen (DMF-T)

  1. Intervensi Masalah
NoJenis PelayananJenis TindakanSasaranTujuanTanggal pelaksanaan
1Promotifa.Penyuluhan SDN TuguAnak-anak SD TuguMemberikan pengetahuan tentang kesehatan gigi10 oktober 2018
b. Penyuluhan Posyandu LansiaLansiaMampu merubah perilaku dan sadar akan kesehatan gigi dan mulut28 Oktober 2018
c.Pelatihan kader kesehatanKader kesehatan Desa GemulakMampu melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut5 Oktober 2018
d. Penyuluhan TKAnak-anak TKMemberikan pengetahuan tentang kesehatan gigi7 Oktober 2018
e.Penyuluhan Posyandu Balita Dukuh DalemanIbu-Ibu yang mempunyai balitaMemberikan pengetahuan tentang kesehatan gigi,Mampu merubah perilaku dan sadar akan kesehatan gigi dan mulut, terutama kesehatan gigi balita.13 Oktober 2018
f. Penyuluhan SDN DalemanAnak-Anak SDN DalemanMemberikan pengetahuan tentang kesehatan gigi14 Oktober 2017
g.Penyuluhan Posyandu Balita Dukuh KarangmalangIbu-Ibu yang mempunyai balitaMemberikan pengetahuan tentang kesehatan gigi,Mampu merubah perilaku dan sadar akan kesehatan gigi dan mulut, terutama kesehatan gigi balita.18 Oktober 2018
h. Penyuluhan Posyandu Balita Dukuh MbelahIbu-Ibu yang mempunyai balitaMemberikan pengetahuan tentang kesehatan gigi,Mampu merubah perilaku dan sadar akan kesehatan gigi dan mulut, terutama kesehatan gigi balita.20 Oktober 2018
i.  Penyuluhan Kelas Ibu HamilIbu-Ibu HamilMemberikan pengetahuan tentang kesehatan gigi,Mampu merubah perilaku dan sadar akan kesehatan gigi dan mulut pada Ibu Hamil.21 Oktober 2018
j.  Penyuluhan Ibu-Ibu PKK Desa GemulakIbu-Ibu PKKMemberikan pengetahuan tentang kesehatan gigi,Mampu merubah perilaku dan sadar akan kesehatan gigi dan mulut.25 Oktober 2018
k. Pembinaan Keluarga berkebutuhan khususMasyarakat berkebutuhan khususMemberikan pengetahuan tentang kesehatan gigi,Mampu merubah perilaku dan sadar akan kesehatan gigi dan mulut.30 Oktober-4 November 2018
2Preventifa.   Menggosok GigiAnak-Anak SDN Tugu 1Anak-anak mampu melakukan menggosok gigi dengan benar12 Oktober 2018
b.  Menggosok gigiAnak-anak TKAnak-anak mampu melakukan menggosok gigi dengan benar12 Oktober 2018

  • Kegiatan Dipuskesmas
  1. Penyuluhan Kesehatan Gigi
  2. Asistensi
  3. Pencabutan gigi dengan infiltrasi
  4. Penambalan Gigi (ART/GI)
  5. Fissure Sealant
  6. Pencabutan Gigi dengan CE
  7. Analisa saliva
  • Loket Pendaftaran
  1. Menuliskan data pasien pada buku pendaftaran
  2. Menginput data pasien baru ke komputer
  3. Menginput data pasien lama ke komputer
  4. Menginput data pasien bpjs
  5. Mengantar rekam medis ke bagian poli
  • Apotek
  1. Membantu mengemas obat
  2. Menerima resep dari pasien
  3. Memanggil pasien untuk mengambil obat dan menjelaskan prosedur meminumnya
  • Di Poli Umum
  1. Membantu menulis rekam medis pasien di buku poli umum
  2. Mentensi pasien
  3. Asisten perawat umum
  4. Mengantarkan rekam medis yang telah selesai ke bagian pendaftaran
  5. Membantu mengukur dan menimbang pasien
  • KIA
  1. Membantu memanggil pasien
  2. Mengantarkan rekam medis yang telah selesai ke bagian pendaftaran
  3. Membantu menulis
  4. Membantu mengukur dan menimbang pasien
SISTEM INFORMASI DI PUSKESMAS SAYUNG 1
  1. Sistem Informasi Kesehatan di Puskesmas
Dalam pelaksanaannya puskesmas di Indonesia sudah menganut sistem informasi kesehatan yang di canangkan pemerintah. Sistem informasi kesehatan yang dianut puskesmas pada saat ini masih di dominasi oleh SP2TP. Seperti diketahui bahwa puskesmas adalah ujung tombak pemerintah dalam upaya pelayanan kesehatan di masyarakat. Sesuai dengan KEPMENKES RI No 128 tahun 2004 tentang kebijakan dasar pusat kesehatan masyarakat nahwa puskesmas di definisikan sebagai unit pelaksana teknis di kabupaten/kota yang bertanggungjawab melaksanakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah. Proses penyelenggaraan, pemantauan serta penilaian yang dilakukan puskesmas terhadap rencana kegiatan yang telah ditetapkan baik rencan upaya wajib maupun pengembangan dalam mengatasi masalah kesehatan yang ada di wilayahnya. Salah satu bentuk pemantauan adalah dengan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS).
SIMPUS merupakan pilihan bagi daerah dalam pengembangan sistem informasi kesehatan yang lebih cepat dan akurat. Pada potensi yang dimilikinya sebenarnya SIMPUS dapat menggantikan sistem pencatatan dan pelaporan terpadu puskesmas (SP2TP). Karena SIMPUS merupakan hasil dari pengolahan berbagai sumber informasi seperti SP2TP, survei lapangan, laporan lintas sector, dan laporan sarana kesehatan swasta. Seiring kemajuan tekhnologi, SIMPUS pun dikembangkan melalui sistem komputerisasi dalam suatu software yang bekerja dalam sebuah sistem operasi. Tetapi kendalanya SIMPUS masih belum berjalan secara optimal di daerah.
Sistem informasi yang ada di puskesmas sayung 1 yaitu adanya pasien lama dan pasien baru di input kedalam komputer, kemudian terdapat pembagian antara pasien bpjs dan bukan bpjs lalu di sebar ke bagian poli yang dituju, kemudian di kembalikan ke bagian pendaftaran. untuk kesehatan gigi hanya dengan mengisi kartu rekam medis dan meminta dapat dari bagian pendaftaran.
  1. Permasalahan Sistem Informasi Kesehatan
Dalam pelaksanaan nya sistem informasi kesehatan di Indonesia memiliki permasalahan yang cukup kompleks ,Permasalahan mendasar Sistem Informasi Kesehatan di Indonesia saat ini antara lain :
  1. Faktor Pemerintah
    • Standar SIK belum ada sampai saat
    • Pedoman SIK sudah ada tapi belum seragam
    • Belum ada rencana kerja SIK nasional
    • Pengembangan SIK di kabupaten atau kota tidak seragam
  2. Fragmentasi
    • Terlalu banyak sistem yang berbeda-beda di semua jenjang administasi (kabupaten atau kota, provinsi dan pusat), sehingga terjadi duplikasi data, data tidak lengkap, tidak valid dan tidak conect dengan pusat.
    • Kesenjangan aliran data (terfragmentasi, banyak hambatan dan tidak tepat waktu)
    • Hasil penelitian di NTB membuktikan bahwa : Puskesmas harus mengirim lebih dari 300 laporan dan ada 8 macam software  sehingga beban administrasi dan beban petugas terlalu tinggi. Hal ini dianggap tidak efektif dan tidak efisien.
    • Format pencatatan dan pelaporan masih berbeda-beda dan belum standar secara nasional.
Sumber daya masih minim

BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Sistem informasi kesehatan merupakan sebuah sarana sebagai penunjang pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Sistem informasi kesehatan yang efektif memberikan dukungan informasi bagi proses pengambilan keputusan di semua jenjang, bahkan di puskesmas atau rumah sakit kecil sekalipun. Bukan hanya data, namun juga informasi yang lengkap, tepat, akurat, dan cepat yang dapat disajikan dengan adanya sistem informasi kesehatan yang tertata dan terlaksana dengan baik.

ARTIKEL KEWIRAUSAHAAN "BOB SADINO"

TUGAS MATERI KEWIRAUSAHAAN ANALISA ARTIKEL PROFIL WIRAUSAHA SUKSES “BOB SADINO”     sumber DISUSUN OLEH : ...